dua ke pantai, satu ke hutan

inilah yang akhirnya terjadi... 1 dari 3 tawaran menarik di akhir pekan kemarin.
2 yang ke pantai ditolak, sedangkan 1 yang ke hutan (eh, gunung!) langsung saya iyakan dengan penuh semangat dan senyuman lebar --krn udah lama ga ke situ-- walau dengan fisik seadanya tetapi tetap kuat (di darat masih dibilang begitu)

..:: jumat
siang setelah solat jumat, saya berangkat ke jkt (bela2in pake PC, bukan leptop... ups, pulang cepat maksute) setelah sebelumnya mampir dulu di bdg buat beli KS (itu lho makanan buatan salah satu toko kue di bdg yg sering dijadiin oleh2 sama turis) sama liat bbrp barang (masa mo naik ga bw alat, setidaknya bawa topi... hahaha jaka sembung deh).
ga ada barang yg menarik jd ga beli satu pun, apalagi setelah I bilang klo ada satu raincoat nganggur bagian atasnya aja.

sampe di jkt udah malem, saya sempatkan untuk mampir ke kos samwan yg sangat berarti bagi saya.
hanya ingin bertemu...mungkin untuk terakhir kalinya...mungkin juga untuk sebelum yang terakhir kalinya.
pertemuan singkat sekali, hanya saling bertukar sapa dan bertanya kabar. apa pun yang kami rasakan saat ini sudah tidak penting lagi karena demikianlah adanya. singkatnya, tidak akan mengubah apa pun.

segera saya melangkahkan kaki (untuk tidak berlama-lama terjebak dalam sindrom masa lalu) ke kontrakan teman saya I dan F (selamat atas pernikahan kalian, maaf kmrn nggak bisa datang).
sesampainya di sana langsung makan dg lahap dan tertidur dg pulas sampe lupa berkemas-kemas untuk besok!

..:: sabtu
bangun agak kesiangan, karena rencananya mau berangkat subuh.
kurang lebih jam 10.30... kgf (biar gampang saya pake sebutan ini aja), I, F dan S (ini adalah adeknya I, mantan penjelajah yang solo karir di daerah jawa tengah) baru mulai jalan naik g gede lewat jalur g putri.
S dan kgf kebagian bawa logistik dan alat berat, sedangkan urusan makan diserahkan sepenuhnya kepada pasangan I dan F sebagai ahli masak gaya bebas.



..:: minggu
alun-alun suryakencana masih seperti dulu, dingin dan tetap indah, kebetulan saat itu nggak rame seperti yg lazim terjadi pada pertengahan tahun apalagi tgl 17 agustus, mungkin juga krn baru dibuka lagi setelah bbrp bulan ditutup.

saya lebih suka suasana yg seperti ini, tenang, adem, nyaman. saat siang kami turun lewat jalur yg sama, sorenya kami berpisah.
balik maning nang garut!

kurang beruntung krn di minggu sore berlaku sistem satu jalur, sehingga saya harus ke cianjur dulu...naik angkot cipanas-cianjur, naik angkot cianjur-ciranjang, karunia bhakti ke garut turun di alun-alun tarogong, naik delman turun di depan kos.
sampe kos cuci tangan, muka, dan kaki lalu tidur.

singkatnya... naik gunung masih sama spt sebelum-sebelumnya, capek dan bau (ga bau2 amat khan klo cuma 3 hari ga mandi?) tapi puas.
kmrn lg pengen banget menyepi.

    << Homepage

ABOUT

Nama haryosastro dewantoro
Dari kebumen ke garut
Lebih jauh lagi...




SEBELUMNYA


ARSIP




Blog Tutorial

KREDITS